Viral! Alex Ngentot Anus Istri Amoy Cindomu 2
Biodataviral.com - Sepanjang tahun 2021 hingga 2022 kami melakukan banyak hal. Apapun kami kerjakan berdua. Kedekatan kami seperti kedekatan sepasang kekasih. Sangat melekat. Aku tahu sidat dan karakternya, suasana hatinya. Diapun demikian. Dimana ada aku, di situ ada dia. Juga sebaliknya. Jika orang ingin cari aku, maka yang ditanya adalah Alex. Kalau orang ingin cari Alex, maka yang ditanya adalah aku. Setiap pagi malah saling membangunkan lewat telepon. Kami pernah mandi bersama namun tidak pernah melakukan hubungan seks karena kutahu ia straight.. Hanya saling memperhatikan saja. Itupun aku berusaha untuk tidak ereksi.
Sangat sukar! Makanpun pernah sepiring berdua. Atau minum segelas berdua.. Kadang setiap dia punya acara, maka aku yang pasti diajaknya. Aku tetap menghormati dia. Bahkan ia berjanji tidak akan mengulangi segala yang ia lakukan dahulu. Segala petualangan seksnya ingin ia tinggalkan. Aku sangat menghormati keputusannya itu. Ia sangat menyayangiku dan melindungiku seperti seorang Kakak kepada adiknya, sedangkan aku menyayanginya seperti seorang kekasih. Ah, apakah bisa ia menjadi kekasihku?
April 2022
“Gun, aku.. Aku.. Sudah.. Meniduri seorang gadis”
Ia menelpon ku dari Pontianak sambil menangis. Ia merasa telah melanggar janjinya sendiri. Kudengar isak tangisnya diujung sana. Akupun merasa seperti petir menyerangku disiang hari.
“Pulanglah, Lex!”, pintaku sedih.
“Aku akan balik segera… Maafkan aku ya” jawabnya pelan.
“Aku maafkan” jawabku sambil menangis.
Juni 2023
Aku bertengkar dengannya. Sebuah pertengkaran yang seharusnya tidak perlu. Aku merasa cemburu karena ia menyukai seorang gadis di Jakarta.. Ia tahu kalau perhatiannya akan terbagi. Dan ia tahu kalau aku cemburu. Tapi aku begitu egois saat itu. Dengan segala cara kucoba agar ia tidak menyukainya. Tapi kusadari, aku sudah terlalu jauh. Akhirnya aku menyerah. Aku merasa akan kehilangan dia. . Sepanjang akhir tahun, aku berusaha untuk menjauh darinya. Setiap malam aku terbayang akan wajahnya. Aku berusaha untuk menyukai seorang gadis. Saat itu aku berusaha mendekati gadis yang belum resmi menjadi pacarku. Namun hanya bertahan 3 bulan. Itu karena aku menjauh darinya. Ketidakjujurannya membuat aku sangat sedih. Ia jatuh dalam pelukan lelaki lain bahkan terjebak dalam drugs. Sesuatu yagn sangat kubenci.
Akupun sempat bertemu dengan teman lamaku dikuliah, seorang wanita yang kutahu kalau dia menyukaiku. Aku menemaninya sampai malam hari untuk berkeliling Jakarta. Tengah malam, ia memintaku untuk ke Ancol. Aku tahu maksudnya. Kutolak halus karena memang aku tidak memiliki perasaan apa-apa. Apalagi dia masih gadis. Polos. Aku coba untuk menghilangkan perasaanku pada Alex maupun kekecewaanku pada mantanku hingga aku coba jajan ke panti pijat dengan seorang teman di daerah Pangeran Jayakarta.
Seorang wanita muda yang cukup cantik dan seksi, memakai baju yang sangat minim dengan tarif yang lumayan mahal, “Enam ratus ribu hanya untuk 2 jam”, pikirku.
Aku sudah telanjang didepannya. Tongkat kebangganku tidak mau bangun. Sial, kucoba untuk berpikiran yang jorok-jorok. Sementara wanita tersebut mulai memijitku dan meluluriku. Badannya seksi tapi kenapa aku tidak bisa meresponnya. Akhirnya tongkat itupun bangkit dengan susah payah. Tapi kembali lemas. Begitu terus hingga akhir sesi. Wanita itu hanya tersenyum. Sepanjang sesi itu, aku hanya pasrah dengan pijatan dan rabaannya. Aku nggak bisa berbuat apa-apa. Kudengar, temanku sudah ber ‘aha uhu’ disebelah. Wah, sia-sia nih.
rtikel Terkait
Aku pulang sambil menangis. Kutelepon Alex. Kuceritakan kalau aku sudah pergi kepanti pijat. Dia kaget. Dia menyuruhku agar tidak mengulanginya lagi. Tapi dia tertawa saat kukatakan bahwa aku tidak bisa tidur dengan wanita itu, bahkan isi kantungkupun habis.
Januari 2024
“Gun, papaku meninggal”
Aku tersentak. Segera aku menuju rumah sakit tempat ayahnya dirawat. Di sana sudah banyak kerabatnya. Segera kuhubungi seluruh teman kami. Saat kudatang kerumah sakit, ia memelukku, Lanjut baca!













